Rabu, 05 Desember 2012

Kisah Gadis Bersama Sang mentari

Saat mentari pagi belum menampakkan cahayanya dan letingan suara ayam jago pun belum terdengarkan, seorang gadis remaja terbangun dari tidurnya. Seketika gadis itu terbangun dari tidurnya, ia tak sengaja tenggelam dalam renungannya. ia tak sengaja teringat pada seorang teman yang sangat beharga untuknya. Yah gadis itu hanya terdiam dikesunyian pagi yang gelap. Lalu ia mencoba melanjutkan tidurnya, namun ia tak mampu memejamkan matanya. Bayangan-bayangan sahabatnya tlah menghantui dirinya. Lalu Gadis itu mencoba mendengarkan alunan lagu yg bisa mengantarkannya ke dalam tidur yang damai. Tiba-tiba  sebuah lagu telah membuat air matanya jatuh. suara penyanyinya seperti suara sahabatnya. Gadis itu pun langsung terdiam dan hatinya berdetak lebih cepat dari biasanya. Yah Hati gadis itu berkata kalau sahabatnya sedang menyanyikan lagu itu untuk dirinya. Tapi Gadis itu terus mengelak, ia berpikir tak mungkin semua itu terjadi. Apalagi saat itu masih pagi dan mungkin sahabatnya masih lelap dalam tidurnya. Lalu sang gadis hanya mendengarkannya saja dan tak menghiraukan lagi siapa yang sedang bernyanyi. Namun tak tau mengapa gadis itu berkata lirik lagu tersebut sangat mengisahkan kehidupan mereka berdua. Yah sebenarnya Gadis dan sahabatnya itu dulu adalah teman yang begitu dekat. Setiap hari sahabatnya selalu memberi gadis itu semangat, selalu tersenyum kepada gadis itu, memuji gadis itu, dan terus menghibur gadis itu. Bagi sang gadis ia adalah sahabat pertama yang sangat ia rindukan. Begitulah ia tak tau dimana sahabatnya itu, sebenernya ia begitu dekat dengan gadis itu, tapi gadis itu merasa itu bukanlah lagi sahabat yang ia kenal dulu. Sahabatnya telah berubah, sekarang ia tak lagi memberi gadis itu semangat, tak lagi tersenyum kepadanya, dan tak lagi menegurnya, bahkan gadis itu merasa sahabatnya telah membencinya. Gadis itu menyesal karena ia merasa ini salahnya, ia yang membuat semua ini terjadi. Dulu gadis itu begitu takut dan egois untuk membalas teguran dan senyumannya. Tapi gadis itu tau semuanya tak bisa kembali, sekarang gadis itu hanya bisa mencoba dan terus mencoba untuk membuat sahabatnya memaafkan segala kesalahan yang tlah ia perbuat dan mencoba mengembalikannya seperti sahabat yang ia kenal dahulu. Lalu gadis itu berdoa kepada Tuhan,, *Tuhan, jika sahabatku mendengar kata hatiku ini, aku hanya ingin berkata <MAAF> kepadanya, mungkin baginya ini tak cukup, tapi andai dia tau hatiku sebenarnya aku hanya ingin dia tau kalau aku sangat merindukannya, merindukan suaranya ketika bernyanyi dan memanggil namaku, merindukan senyumannya yang dulu, dan merindukan lelucon yang ia berikan untukku. Tuhan tolong sampaikan padanya bahwa aku ingin dia tau, sebenarnya ketika aku berada didekatnya, ketika aku berpapasan dengannya, hatiku terus membujukku untuk menegurnya dan tersenyum padanya. Tapi aku tak pernah berani melakukannya. Tuhan tolong sampaikan padanya, bahwa siapa pun anggapan dia untukku, tapi bagiku ia adalah sahabat terbaik yang rak akan pernah aku lupakan. Sahabat yang sangat aku merindukan dirimu. Semoga keajaiban datang padaku dan suatu saat aku akan selalu mendengra suara itu memanggil dan bernyanyi untukku. Terima kasih untuk segala hal yang telah kau lakukan selama ini. Aku menyesal tlah menyia-nyiakannya dahulu.*  Yah itulah doa sang gadis di pagi yang sunyi itu. Ketika air matanya terus mengalir suara adzan pun mulai berkumandang. Lalu ia pun segera bangun dari tidurnya dan mulai bergegas untuk segera berangkat ke sekolah dan berharap di sekolah nanti ia akan bertemu dengan sahabatnya yang tlah kembali seperti yang ia kenal dahulu.

Minggu, 16 September 2012

Hanya Sebuah Karangan

Hanya Sebuah Karangan, Hehehehe
Selamat Membaca
**********

     Taukah kamu, kadang kita tak pernah menyadari setiap detik, menit, jam bahkan hari akan kita lewati dengan segala sesuatu yang pasti berbeda dengan hari kemarin. Kita akan menemukan hal-hal yang baru di setiap harinya, seperti pengalaman, kisah, cerita bahkan perasaan yang berbeda pula. Yah begitulah kehidupan, tak ada manusia yang bisa menebaknya. Tapi kamu mesti tahu kalau kita ini diibaratkan sebagai seorang sutradara, maka hanya diri kitalah yang bisa mengatur kehidupan itu agar ia memiliki arti sebenarnya.
    Kehidupan tak selamanya menyenangkan karena suatu saat waktu itu kan datang. Waktu dimana sebuah kesedihan mulai berada di hadapan kita. Misalnya disaat sebuah kesenjangan terjadi antara kamu dan dia yang mengalami sebuah masalah namun kamu sendiri tak tau apa masalahnya. Mungkin saat itu kamu berpikir apa yang sedang terjadi, menggali semua kisah-kisah terdahulu yang mungkin tak sengaja kamu meninggalakan sebercik noda yang membuatnya berbeda dari yang kamu kenal dahulu. Yah dirinya yang memang sangat mengerti kamu, memahamai dirimu yang sebenarnya, dirinya yang selalu memberimu semangat. Namun sampai sekarang kamu pun tak pernah terpikirkan apa sih masalanya. Mungkin disaat kamu terus mencari inti masalah yang sedang terjadi, dirinya pun terus menjauh darimu dan kamu tak tega dan takut untuk menegurnya. Apakah saat ini kalian saling menjauhi satu sama lain, dak tak pernah bertegur sapa lagi ataupun ketika bertemu hanya menundukkan kepala dan berpura-pura tidak mengenal satu sama lain lagi. Yah kamu harus bersabar menghadapinya walau perasaanmu sangat sedih ketika melihat dirinya dengan segala hal yang berbeda.
    Taukah kamu, mungkin saat ini dirinya lah yang heran apa yang telah berubah dari dirimu yang ia kenal dulu, aku tau sebenarnya kamu sangat berharap dia akan tau bahwa kamu disini selalu memikirkan dirinya, memikirkan kemana dirinya yang dulu ataupun mendoakannya agar dia menyadari semua yang sedang kamu rasakan. Mungkinkah kamu pernah merasakan kerinduan kepadanya, merindukan kata-kata yang ia ucapkan untuk membangkitkan semangatmu lagi atau kamu sekarang sangat takut dengan kehadiran dirinya dan akan segera pergi ketika kamu mendengar suaranya.
  Sebenarnya taukah kamu sebuah masalah itu takkan pernah berakhir ketika kamu ataupun dirinya tak ada yang mengalah. Mungkin saat ini kalian tidak saling menyadari kesalahan yang kalian masing-masing telah lakukan. Mungkin tanpa sepengetahuanmu dirinya pun telah banyak mencoba membuat dirimu kembali seperti yang ia kenal, tapi kamu masih sangat egois dan tak pernah menyadari usaha yang telah ia lakukan. Sebenarnya saat ini dirimu lah yang harus lebih peka dengan keadaan yang sedang kamu alami dan saatnya kini kamu harus melenyapkan egoismu. Sekarang waktunya kamu yang harus berusaha mengubah semuanya. Cobalah kamu menyapanya sebentar saja atau kamu bisa tersenyum kepadanya. Yah kamu mesti melakukannya walaupun di dalam hatimu yang paling dalam masih ada keraguan itu. Tapi tetaplah untuk mencoba tersenyum kepadanya disaat dirinya tak pernah menyadari betapa besar keinginanmu agar dirinya  bisa membalas senyummu. Mungkin usahamu pada awalnya belum mendapatkan jawaban yang pasti tapi sesungguhnya kamu harus tetap mencoba dan terus mencoba sampai suatu saat nanti disetiap harimu ia akan tersenyum padamu, menyapamu dengan keikhlasan hatinya, dan kembali seperti dirinya yang dulu bahkan lebih baik dari dirinya yang dulu dan yang paling utama ia akan selalu memberikan semangat kepada dirimu agar perjalanan hidupmu penuh kedamaian. 
 *********


  THANKS (^_^)