Saat mentari pagi belum menampakkan cahayanya dan letingan suara ayam jago pun belum terdengarkan, seorang gadis remaja terbangun dari tidurnya. Seketika gadis itu terbangun dari tidurnya, ia tak sengaja tenggelam dalam renungannya. ia tak sengaja teringat pada seorang teman yang sangat beharga untuknya. Yah gadis itu hanya terdiam dikesunyian pagi yang gelap. Lalu ia mencoba melanjutkan tidurnya, namun ia tak mampu memejamkan matanya. Bayangan-bayangan sahabatnya tlah menghantui dirinya. Lalu Gadis itu mencoba mendengarkan alunan lagu yg bisa mengantarkannya ke dalam tidur yang damai. Tiba-tiba sebuah lagu telah membuat air matanya jatuh. suara penyanyinya seperti suara sahabatnya. Gadis itu pun langsung terdiam dan hatinya berdetak lebih cepat dari biasanya. Yah Hati gadis itu berkata kalau sahabatnya sedang menyanyikan lagu itu untuk dirinya. Tapi Gadis itu terus mengelak, ia berpikir tak mungkin semua itu terjadi. Apalagi saat itu masih pagi dan mungkin sahabatnya masih lelap dalam tidurnya. Lalu sang gadis hanya mendengarkannya saja dan tak menghiraukan lagi siapa yang sedang bernyanyi. Namun tak tau mengapa gadis itu berkata lirik lagu tersebut sangat mengisahkan kehidupan mereka berdua. Yah sebenarnya Gadis dan sahabatnya itu dulu adalah teman yang begitu dekat. Setiap hari sahabatnya selalu memberi gadis itu semangat, selalu tersenyum kepada gadis itu, memuji gadis itu, dan terus menghibur gadis itu. Bagi sang gadis ia adalah sahabat pertama yang sangat ia rindukan. Begitulah ia tak tau dimana sahabatnya itu, sebenernya ia begitu dekat dengan gadis itu, tapi gadis itu merasa itu bukanlah lagi sahabat yang ia kenal dulu. Sahabatnya telah berubah, sekarang ia tak lagi memberi gadis itu semangat, tak lagi tersenyum kepadanya, dan tak lagi menegurnya, bahkan gadis itu merasa sahabatnya telah membencinya. Gadis itu menyesal karena ia merasa ini salahnya, ia yang membuat semua ini terjadi. Dulu gadis itu begitu takut dan egois untuk membalas teguran dan senyumannya. Tapi gadis itu tau semuanya tak bisa kembali, sekarang gadis itu hanya bisa mencoba dan terus mencoba untuk membuat sahabatnya memaafkan segala kesalahan yang tlah ia perbuat dan mencoba mengembalikannya seperti sahabat yang ia kenal dahulu. Lalu gadis itu berdoa kepada Tuhan,, *Tuhan, jika sahabatku mendengar kata hatiku ini, aku hanya ingin berkata <MAAF> kepadanya, mungkin baginya ini tak cukup, tapi andai dia tau hatiku sebenarnya aku hanya ingin dia tau kalau aku sangat merindukannya, merindukan suaranya ketika bernyanyi dan memanggil namaku, merindukan senyumannya yang dulu, dan merindukan lelucon yang ia berikan untukku. Tuhan tolong sampaikan padanya bahwa aku ingin dia tau, sebenarnya ketika aku berada didekatnya, ketika aku berpapasan dengannya, hatiku terus membujukku untuk menegurnya dan tersenyum padanya. Tapi aku tak pernah berani melakukannya. Tuhan tolong sampaikan padanya, bahwa siapa pun anggapan dia untukku, tapi bagiku ia adalah sahabat terbaik yang rak akan pernah aku lupakan. Sahabat yang sangat aku merindukan dirimu. Semoga keajaiban datang padaku dan suatu saat aku akan selalu mendengra suara itu memanggil dan bernyanyi untukku. Terima kasih untuk segala hal yang telah kau lakukan selama ini. Aku menyesal tlah menyia-nyiakannya dahulu.* Yah itulah doa sang gadis di pagi yang sunyi itu. Ketika air matanya terus mengalir suara adzan pun mulai berkumandang. Lalu ia pun segera bangun dari tidurnya dan mulai bergegas untuk segera berangkat ke sekolah dan berharap di sekolah nanti ia akan bertemu dengan sahabatnya yang tlah kembali seperti yang ia kenal dahulu.