Minggu, 16 September 2012

Hanya Sebuah Karangan

Hanya Sebuah Karangan, Hehehehe
Selamat Membaca
**********

     Taukah kamu, kadang kita tak pernah menyadari setiap detik, menit, jam bahkan hari akan kita lewati dengan segala sesuatu yang pasti berbeda dengan hari kemarin. Kita akan menemukan hal-hal yang baru di setiap harinya, seperti pengalaman, kisah, cerita bahkan perasaan yang berbeda pula. Yah begitulah kehidupan, tak ada manusia yang bisa menebaknya. Tapi kamu mesti tahu kalau kita ini diibaratkan sebagai seorang sutradara, maka hanya diri kitalah yang bisa mengatur kehidupan itu agar ia memiliki arti sebenarnya.
    Kehidupan tak selamanya menyenangkan karena suatu saat waktu itu kan datang. Waktu dimana sebuah kesedihan mulai berada di hadapan kita. Misalnya disaat sebuah kesenjangan terjadi antara kamu dan dia yang mengalami sebuah masalah namun kamu sendiri tak tau apa masalahnya. Mungkin saat itu kamu berpikir apa yang sedang terjadi, menggali semua kisah-kisah terdahulu yang mungkin tak sengaja kamu meninggalakan sebercik noda yang membuatnya berbeda dari yang kamu kenal dahulu. Yah dirinya yang memang sangat mengerti kamu, memahamai dirimu yang sebenarnya, dirinya yang selalu memberimu semangat. Namun sampai sekarang kamu pun tak pernah terpikirkan apa sih masalanya. Mungkin disaat kamu terus mencari inti masalah yang sedang terjadi, dirinya pun terus menjauh darimu dan kamu tak tega dan takut untuk menegurnya. Apakah saat ini kalian saling menjauhi satu sama lain, dak tak pernah bertegur sapa lagi ataupun ketika bertemu hanya menundukkan kepala dan berpura-pura tidak mengenal satu sama lain lagi. Yah kamu harus bersabar menghadapinya walau perasaanmu sangat sedih ketika melihat dirinya dengan segala hal yang berbeda.
    Taukah kamu, mungkin saat ini dirinya lah yang heran apa yang telah berubah dari dirimu yang ia kenal dulu, aku tau sebenarnya kamu sangat berharap dia akan tau bahwa kamu disini selalu memikirkan dirinya, memikirkan kemana dirinya yang dulu ataupun mendoakannya agar dia menyadari semua yang sedang kamu rasakan. Mungkinkah kamu pernah merasakan kerinduan kepadanya, merindukan kata-kata yang ia ucapkan untuk membangkitkan semangatmu lagi atau kamu sekarang sangat takut dengan kehadiran dirinya dan akan segera pergi ketika kamu mendengar suaranya.
  Sebenarnya taukah kamu sebuah masalah itu takkan pernah berakhir ketika kamu ataupun dirinya tak ada yang mengalah. Mungkin saat ini kalian tidak saling menyadari kesalahan yang kalian masing-masing telah lakukan. Mungkin tanpa sepengetahuanmu dirinya pun telah banyak mencoba membuat dirimu kembali seperti yang ia kenal, tapi kamu masih sangat egois dan tak pernah menyadari usaha yang telah ia lakukan. Sebenarnya saat ini dirimu lah yang harus lebih peka dengan keadaan yang sedang kamu alami dan saatnya kini kamu harus melenyapkan egoismu. Sekarang waktunya kamu yang harus berusaha mengubah semuanya. Cobalah kamu menyapanya sebentar saja atau kamu bisa tersenyum kepadanya. Yah kamu mesti melakukannya walaupun di dalam hatimu yang paling dalam masih ada keraguan itu. Tapi tetaplah untuk mencoba tersenyum kepadanya disaat dirinya tak pernah menyadari betapa besar keinginanmu agar dirinya  bisa membalas senyummu. Mungkin usahamu pada awalnya belum mendapatkan jawaban yang pasti tapi sesungguhnya kamu harus tetap mencoba dan terus mencoba sampai suatu saat nanti disetiap harimu ia akan tersenyum padamu, menyapamu dengan keikhlasan hatinya, dan kembali seperti dirinya yang dulu bahkan lebih baik dari dirinya yang dulu dan yang paling utama ia akan selalu memberikan semangat kepada dirimu agar perjalanan hidupmu penuh kedamaian. 
 *********


  THANKS (^_^)